Setelah 6 Bulan Suami Mengikat Saluran Spermanya, Saya Hamil Lagi. Apabila Anak Itu Lahir, Suami Saya Terus Melutut Sambil Menangis..

Pasangan ini dah nekad taknak anak lagi. Sebab tidak mahu isterinya sakit, si suami sanggup mengikat laluan spermanya. Tetapi ditakdirkan isterinya mengandung lagi. Diherdik dan dipukul isterinya setiap hari kerana sangka dicurangi. Tetapi selepas bayi lahir, suaminya melutut dan menangis teresak-esak…sebabnya..

Banyak pasangan suami istri yang setelah melahirkan anak, merasa cukup dan tidak berencana untuk memiliki anak lagi.

Dengan cara mengikat rahim wanita atau mengikat saluran vasdeferens pada testis pria.

Demi menghindari Xiao Li mengalami kesakitan.

Akhirnya suaminya diam-diam pergi ke rumah sakit mengikat saluran penghasil spermanya.

Hal yang dilakukannya ini membuat Xiao Li begitu terharu.

Tapi terkadang, ada saja kejadian yang di luar rencana kita, melewati 6 bulan setelah dilakukan pengikatan.

Xiao Li merasa bahwa mungkin ia telah hamil, suaminya langsung marah besar.

Ia tidak habis pikir, bukankah dirinya telah melakukan ligasi, bagaimana ceritanya istrinya masih bisa hamil?

Ia langsung berpikir bahwa pasti istrinya memiliki pria lain di luar sana.

Suaminya yang tidak bisa mengendalikan amarahnya itu, sering memukul Xiao Li untuk melampiaskan kekesalannya.

Xiao Li begitu bingung, dia sendiri tidak memiliki simpanan di luar sana.

Akhirnya ia memutuskan untuk membahas hal ini lagi setelah ia melahirkan anak di kandungannya.

Selama masa kehamilannya, ia tidak peduli dengan kecurigaan suaminya itu.

Tidak lama kemudian, ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Namun, suaminya pun semakin marah.

ia berkata, “Bagaimana jadinya jika anak ini bukanlah anak saya?” Akhirnya ia membawa anak itu untuk melakukan tes DNA.

Saat hasilnya keluar, ia begitu kaget setengah mati. Hasil tes menunjukkan bahwa anak laki-laki itu adalah darah dagingnya sendiri.

Saat ia mengingat kembali apa yang telah diperbuatnya pada istrinya saat ia tengah hamil, memarahinya, memukulnya, mencurigainya tanpa bukti yang jelas, ia begitu menyesal.

Saat pulang ke rumah, ia langsung berlutut di hadapan istrinya dan meminta maaf.

Kemudian selang beberapa hari, suaminya pergi ke rumah sakit dan bertanya kepada dokter.

Akhirnya penjelasan dokter pun membuka pikirannya. Ternyata ligasi yang dilakukannya tidaklah dapat menjamin 100%.

Tetap masih ada sedikit kemungkinan bisa terjadi proses pembuahan di rahim.

Akhirnya, suaminya baru bisa menerima kebahagiaannya ini, memiliki 1 anak perempuan dan 1 anak laki-laki.

Benar-benar merupakan kebahagiaan tak tergantikan baginya.

Sumber TB