Apakah Hukum Dan Akibat Jika Tidur Kaki Menghadap Kiblat Yang Ramai Tak Tahu.

Tidur Dengan Kaki Menghadap Ke Kiblat, Bolehkah?

Oleh : al-Lajnah ad-Da’imah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’

Pertanyaan:
Bagaimana hukum menjulurkan kedua kaki ke kiblat di masjid? dan bolehkah makan dan tidur di masjid?

Jawaban:
Tidak mengapa bagi seorang muslim menjulurkan kedua kakinya atau salah satu kakinya menghadap kiblat, baik itu di masjid atau di tempat lainnya. Dan juga tidak mengapa ia makan di masjid ataupun tidur di sana jika ia membutuhkannya, tapi ia harus menjaga kebersihan masjid. Dan jika ia junub ketika tidur di masjid, hendaknya ia segera keluar ketika terbangun dan mandi junub.

Sumber : Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah no. 5795
Diterjemahkan dari : alifta.com

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Oleh : asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohumahulloh

Pertanyaan:
Apakah boleh tidur dengan kaki menghadap ke kiblat?

Jawaban :
Tidak mengapa jika seseorang tidur dan kakinya menghadap kiblat. Bahkan para fuqoha’ rohimahumulloh berkata : orang sakit yang tidak mampu berdiri dan tidak mampu duduk sholat sambil miring menghadap kiblat, dan jika tidak mampu juga maka ia sholat terlentang dan kedua kakinya menghadap kiblat.

Fatawa Ibnu Utsaimin 2/976
Diterjemahkan dari : http://islamqa.com/ar/ref/20943

(by Abu Hammad al-Jakarti)

Pertanyaan :

Apa hukum tidur kaki atau kepala menghadap kiblat?

Jawaban :

Yang terlarang adalah menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air di tanah lapang. Berdasarkan hadis Abu Ayyub Al-Anshari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تستقبلوا القبلة بغائط أو بول ولا تستدبروها

“Janganlah menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air besar atau buang air kecil.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa tidak ada larangan untuk tidur dan kakinya menghadap ke arah kiblat. Allahu a’lam. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 17281)

Syekh Muhammad bin Salih Al-Utsaimin menjelaskan:
Tidak ada dosa bagi orang yang tidur sementara kakinya ke arah kiblat. Bahkan sebagian ulama mengatakan: Sesungguhnya orang yang sakit, yang tidak mampu berdiri atau duduk maka dia boleh salat sambil tidur miring dan wajahnya menghadap ke kiblat. Jika tidak mampu, dia salat sambil terlentang dan kakinga ke arah kiblat.
(Fatawa Ibnu Utsaimin, 2:976).

Dalam Fatwa Lajnah Daimah di sebutkan :

م أن يمد رجليه أو رجله إلى القبلة، سواء كان بالمسجد أم في غيره، ولا حرج عليه أن يأكل بالمسجد أو ينام به إذا احتاج إلى ذلك، وينبغي له أن يحافظ على نظافة المسجد، وإذا احتلم وهو نائم به أسرع بالخروج منه حين يستيقظ ليغتسل من الجنابة .

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

الرئيس: عبدالعزيز بن عبدالله بن باز

نائب رئيس اللجنة: عبدالرزاق عفيفي

عضو: عبدالله بن قعود

عضو: عبدالله بن غديان

Pertanyaan:

Bagaimana hukum menjulurkan kedua kaki ke kiblat di masjid? dan bolehkah makan dan tidur di masjid?

Jawaban:

Tidak mengapa bagi seorang muslim menjulurkan kedua kakinya atau salah satu kakinya menghadap kiblat, baik itu di masjid atau di tempat lainnya. Dan juga tidak mengapa ia makan di masjid ataupun tidur di sana jika ia membutuhkannya, tapi ia harus menjaga kebersihan masjid. Dan jika ia junub ketika tidur di masjid, hendaknya ia segera keluar ketika terbangun dan mandi junub.

Sumber : Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah no. 5795

Allahu a’lam

error: Content is protected !!